Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat Datang di Blog-SITE "PIMPINAN RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR GEMAHARJO" Kec. Watulimo Kab. Trenggalek. Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua. Aamiin
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Maret 2017

JAKARTA- Alkisah, inilah pertama kalinya, Kiai Solikin, seorang kiai yang tinggal di kampung diminta menjadi narasumber dalam sebuah Seminar ‘Membangun Keluarga Sakinah’ di sebuah hotel bintang lima. Selama ini Kiai Solikin lebih dikenal sebagai Imam sebuah musholla kecil di kampung. Namun demikian, pengetahuannya yang luas tentang keagamaan dan cara menjelaskannya yang keren, membuat dirinya mulai dilirik sebagai narsumber seminar.
Dengan pakaian batik lengan panjang dan kopiah hitam yang sudah mulai luntur, Kiai Solikin pun memulai ceramahnya:
“Hadlirin-hadlirot.. para peserta Seminar, rohimakumullah.” Dan Sang Kiai memulai seminar dengan joke-joke segar ala NU. “Hadlir-in.. itu artinya hormat saya untuk yang duduk di dalam ruangan ini,”. “Adapun.. Hadlir-out” adalah hormat saya untuk para peserta yang membludak dan berdiri di luar ruangan ini”. “Cocok dengan Kamus Bahasa Inggris yang saya bawa di saku, “in” artinya di dalam, dan “out” artinya di luar”
Grrrrr.. Peserta pun tak tahan meledak tertawa bebas.
Kiai Solikin melanjutkan:
“Ada 4 tipe keluarga para Nabi yang dapat kita jadikan contoh:
1. Tipe keluarga Nabi Nuh as dan Nabi Luth as, suaminya sholeh, istrinya tidak.
2 . Tipe keluarga Firaun, Istrinya solehah suaminya tidak.
3. Tipe keluarga Nabi Ibrahim as, suami istri soleh dan solehah, dan anak keturunannya menjadi orang soleh.
4. Tipe keluarga Abu Lahab, suami dan istri sama sama durhaka.
Kemudian kiai bertanya kepada para peserta yang kebetulan didominasi perempuan: “Ibu ibu mau seperti yang mana?”
Ibu- ibu peserta dengan senyum dan serentak yakin menjawab: “Keluarga Ibrahim!!!!”
Kiai Solikin berkata:
“Keluarga Nabi Ibrahim as itu Istrinya ada 2, yaitu Siti Sarah dan Siti Hajar.
Dan ibu-ibu pun terdiam dan manyun.
*Dikutip dari IG Sekjen PBNU (DR. H. A. Helmy Faishal Zaini)

Rabu, 01 Maret 2017

JAKARTA- Awal tahun 2000-an marak pemuda dan pemudi meluruskan rambutnya atau lazim dikenal dengan istilah rebonding. Agar dikatakan gaul waktu itu, pemuda harus merebonding rambutnya. Apalagi pemuda yang berambut ikal atau keriting, kesempatan untuk mengubah penampilan dengan rambut lurus.
Saking maraknya waktu itu, hingga rebonding masuk ke kampung-kampung. Salah seorang putra kiai kampung sebut saja fulan yang memiliki rambut ikal juga ikut rebonding berubahlah rambutnya menjadi lurus dan klimis.
“Diapakan itu rambut kamu kok berubah jadi lurus?” tanya kiai kampung ke fulan. Fulan pun menjawab “Direbonding bah (abah-red) jadi lurus,”. “Ohhh, bukan pakai rambut palsu ya?” kembali mencecar putranya. “Bukan bah, ini rambut asli saya cuma berubah setelah di rebonding,” jelas fulan.
Si Abah merasa perlu menanyakan hal tersebut untuk menambah wawasan. Selain itu juga untuk menyiapkan jawaban hukum agama jika ditanya umat.
Suatu hari, Kiai kampung mendapatkan jadwal sholat maghrib di musholah daerahnya. Lazimnya imam menoleh ke belakang kanan dan kirinya sambil mengingatkan makmum. “Tolong, shaf dirapatkan dan di rebonding!,” ucap kiai kampung percaya diri. Makmum yang mayoritas anak muda termasuk putranya sendiri hanya bisa menahan tawa.

Sumber : SEPUTAR NU

Sabtu, 04 Februari 2017

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selalu berhasil menyegarkan suasana yang kaku menjadi cair dengan humor khasnya yang mencerdaskan.

Tak heran setiap memberikan ceramah di berbagai tempat, masyarakat selalu penasaran dengan banyolan barunya selain memetik banyak hikmah dari ceramahnya itu.

Pertama kali melontarkan anekdotnya terkait tingkah laku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menurutnya seperti anak TK, masyarakat mengamini sembari tertawa geli.

Namun  belakangan, Gus Dur meningkatkan level penilaiannya terhadap mereka yang menyatakan bahwa Anggota DPR bukan lagi seperti anak TK, tetapi ‘meningkat’ seperti anak-anak Playgroup seiring makin parahnya tingkah mereka. 

Penilaian terhadap tingkah pola Anggota DPR tidak berhenti sampai di situ. Gus Dur juga memberikan anekdot segar ketika memperhatikan banyak mobil mewah Anggota DPR yang setiap hari berjejer di dalam maupun di luar gedung.

“Persis seperti show room mobil-mobil mewah. Mobil jenis apapun dengan harga fantastis ada di sana,” kata Gus Dur dengan tawa khasnya. 

(Fathoni Ahmad) 


Sumber : NU Online

SUPPORTED BY

MUTIARA HIKMAH

“Ingatlah.. Allah selalu memberikan kelebihan dibalik kekurangan. Allah selalu memberikan Kekuatan dibalik kelemahan.”

“Ketika perjalanan hidup terasa MEMBOSANKAN. Maka Allah menyuruh kita untuk banyak BERSYUKUR.”

“Ketika kesedihan menjatuhkan AIR MATA Maka Allah meminta kita untuk berusaha TERSENYUM .”

“Kegagalan dalam hidup merupakan salah satu proses untuk menuju sukses.”

TERJEMAHKAN

Diberdayakan oleh Blogger.

NU PEDULI

INFO KARTANU ATM

POST ANSORUNA

PEPELING

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan dilakukannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”
(Q.S. Luqman: 34)